#JejakHikmah

Pendakian Mt. Guntur, 2249 Mdpl

“Kita mendaki bukan untuk menaklukkan alam. Kita mendaki untuk menyatu dengan alam dan mencintai sang Pencipta Alam. Allahu Rabbul ‘alamin.”

Pagi itu, rencananya kami akan berangkat menuju kota Garut. Bukan untuk mudik atau pulang kampung, bukan untuk berendam air panas, dan bukan juga untuk membeli dodol Garut. Bukan. Tapi pagi itu kami berencana akan mendaki Gunung Guntur yang berada di kota Garut.

Saya berangkat bersama komunitas yang ada di kampus At-Taqwa, yaitu komunitas PETA, singkatan dari Pendaki Taqwa.

PETA merupakan salah satu sarana saya untuk mulai belajar mencintai alam, untuk belajar mulai menyukai pendakian dengan penuh rasa syukur. Karena begitu banyak tempat yang indah di kota ini dan sayang sekali jika kita belum menjelajahinya.

Pagi itu kami mulai pemberangkatan sekitar pukul delapan pagi dari kampus STIT At-Taqwa. Ada sebagian dari kami yang naik motor, dan ada juga yang sudah menunggu di daerah Garut. Kemudian sisanya kami menaiki mobil yang sebelumnya sudah kami sewa tidak lupa bersama sopirnya.

image

Perjalanan pun dimulai, kondisi perjalanan menuju Garut pagi itu cukup padat merayap. Mungkin karena memang sedang liburan, libur panjang. Sehingga kami agak sedikit lama untuk sampai kota Garut. Ya, kurang lebih lama perjalanan 6 jam baru sampai. Tepatnya kami sampai pukul dua siang.

image

Sesampainya di pemberhentian di pom bensin. Kami laksanakan shalat dan makan siang, kemudian mempersiapkan perlengkapan yang kurang, dan sebagainya.

Selepas dari pom bensin itu, tepat pukul tiga sore, alhamdulillah kami baru sampai di basecamp pendakian Mt. Guntur. Tempat basecamp di sana adalah rumah ketua RT yang memang selalu menjadi basecamp para pendaki sebelum memulai pendakian ke Gunung Guntur.

Sebelum memulai pendakian, alangkah baiknya kita melakukan pendaftaran terlebih dahulu di basecamp yang ada di sana, demi keamanan pendakian yang akan kita lakukan.

image

Kami semua yang akan mendaki sebanyak lima belas orang. Terdiri dari tujuh akhwat (perempuan) dan delapan ikhwan (laki-laki). Ya, cukup banyak. Dan dengan ini kami harus kompak, saling menyemangati, saling menjaga satu sama lain.

Setelah istirahat sejenak di basecamp, dan mempersiapkan kembali perlengkapaan mendaki, setelah berdoa bersama untuk kemudahan dan kekuatan kami dalam pendakian. Tepat pukul empat sore kami memulai pendakian.

Jalur pendakian Gunung Guntur kebanyakan melalui jalur Citiis. Perjalanan dimulai dari gerbang desa Tanjung Kidul yang kalau setelah menaiki mobil umum jurusan Leles Garut adalah dari terminal Guntur.

Pendakian kali ini, kami tidak akan melewati jalur Citiis, akan tetapi kami akan melalui jalur yang kearah sebelah kirinya. Jalur ilegal. Karena ada salah satu diantara kami yang sudah pernah mendaki Gunung Guntur melalui jalur yang berbeda ini. Memang, dari segi waktu dan kerumitan jalur PHP ini (sebutan dari salah satu teman kami) cukup mudah tapi sulit. Mudahnya karena tidak berkelok-kelok, dan tidak terjal. Akan tetapi susahnya adalah sepanjang jalur itu bebatuan yang penuh dengan pasir. Ya, samanya mungkin seperti jalur akhir menuju puncak Mahameru, menanjak penuh pasir dan bebatuan.

Bersambung…..

Iklan

2 thoughts on “Pendakian Mt. Guntur, 2249 Mdpl

Tinggalkan Komentar Terbaik

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s