#JejakHikmah

Menjamu Ramadhan #1

image

Aktivitas serasa padat akhir-akhir ini, betapa banyak amanah-amanah yang harus diselesaikan. Mulai dari amanah ketua DKM Masjid, menyusun jadwal imam dan tarawih, lalu menyiapkan kurikulum untuk dauroh Al-Quran, dan juga kordinasi untuk acara-acara kampus dan liqo ketika Ramadhan, baik tarhib Ramadhan, Mabit, Yaumul Quran, Pesantren Kilat, sampai acara buka bersama.

Ketika semangat ini mulai melemah, saya selalu menguatkan diri kembali supaya jangan sampai menyerah. Karena ulama berkata, “ingatlah, nak, tingkatan-tingkatan kita di Surga itu sesuai dengan kadar kesungguhan kita di dunia.”

Ya, hidup adalah ujian. Dan setiap ujian itu pasti ada jalan keluarnya. Siapa yang memberi kita ujian? Tentu Allah Ta’ala… Siapa yang punya jalan keluarnya? Pastinya hanya Allah yang punya jalan keluarnya bagi kita.

Allah ingin kita semakin kuat. Allah ingin kita semakin hebat. Jadi, jangan pernah meminta supaya beban ini dikurangi. Tapi mintalah supaya pundak ini yang dikuatkan. Begitu cara saya memotivasi diri.

Jika ada tamu istimewa yang datang ke rumah, sudah pasti kita akan menyiapkan sesuatu untuk menjamunya dengan baik. Mulai dari membersihkan rumah, merapihkan ruangan, menyiapkan teh hangat, minuman, dan makanan cemilan yang enak. Ya, wajar. Karena yang datang ke rumah kita adalah tamu istimewa. Maka, jamuannya pun adalah jamuan istimewa. Supaya tamu istimewanya senang berkunjung ke rumah kita.

Kalau lah, yang datang ke rumah kita itu tamu biasa. Tamu yang bukan siapa-siapanya kita, pasti kita tidak akan terlalu ingin menjamunya dengan istimewa. Padahal sebetulnya, ketika ada tamu. Siapa pun. Kita harus menjamunya dengan baik.

Ramadhan, jika engkau akan bertamu ke rumahku. Maka, tunggu dulu, berikan waktu untuk aku meluruskan niat hanya karena-Nya.

Ramadhan, jika engkau akan bertamu ke rumahku. Maka, tunggu dulu, aku akan membersihkan dulu disetiap sudut rumah hatiku.

Ramadhan, jika engkau akan bertamu ke rumahku. Maka, tunggu dulu, aku akan menyiapkan kue amalan terbaik supaya engkau nyaman di dekatku. Dan aku pun nyaman didekatmu.

Ramadhan, jika engkau sudah mau sampai ke rumahku, kasih tahu aku, supaya aku benar-benar siap, dan tidak gugup ketika kedatanganmu.

Ramadhan, jika engkau mau mengetuk pintu rumahku, ingatkan aku, supaya aku tidak mengunci pintu hatiku.

Ramadhan, sungguh engkau adalah tamu istimewa yang Allah undang kepadaku. Maka, aku ingin menjamumu dengan begitu istimewa. Walau istimewa jamuanku takkan sesuai dengan istimewanya dirimu.

Ramadhan, maafkan aku. Jika diawal pertemuan ini aku belum bisa menjamumu dengan istimewa.

Hanya saja, harapanku ketika engkau bersamaku. Aku ingin menjadi istimewa. Ajarkan aku untuk menjadi manusia yang bertaqwa. Bimbing aku, untuk semakin yakin akan semua jaminan-Nya, dan semangat beribadah, Lillahi ta’ala.

———
#JejakHikmah
#Ramadhan
#BismaDarmaKurnia

Iklan

Tinggalkan Komentar Terbaik

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s